Bisul sering muncul sebagai benjolan merah berisi nanah pada kulit yang terasa nyeri, dan meski tampak sepele, kondisi ini bisa cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Banyak orang mungkin pernah mengalaminya, tetapi tidak semua tahu apa yang sebenarnya membuat bisul muncul di kulit.
Agar lebih memahami kondisi ini, penting mengetahui apa saja penyebab utama terbentuknya bisul serta faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang seseorang mengalaminya. Dengan memahami pemicu-nya, Anda bisa lebih mudah mencegah bisul datang kembali dan menjaga kesehatan kulit dengan lebih baik, agar tidak menjadi komplikasi penyakit.
Bisul umumnya muncul akibat infeksi bakteri Staphylococcus aureus yang menyerang folikel rambut. Bakteri ini sebenarnya dapat hidup di permukaan kulit maupun di bagian dalam hidung tanpa menimbulkan masalah. Namun, ketika ada celah pada kulit misalnya karena tergores, tercakar, atau akibat gigitan serangga bakteri tersebut dapat masuk dan memicu peradangan yang akhirnya berkembang menjadi bisul.
Ada sejumlah kondisi yang dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami bisul. Beberapa di antaranya yaitu terpapar bahan kimia tertentu, asupan nutrisi yang kurang sehingga daya tahan tubuh menurun, kontak langsung dengan orang yang sedang mengalami bisul, memiliki gangguan kulit seperti eksim atau skabies, adanya luka yang terinfeksi, sering memakai pakaian yang tidak menyerap keringat, berat badan berlebih, kebersihan diri maupun lingkungan yang kurang terjaga, sistem imun yang lemah atau memiliki penyakit autoimun, sedang menjalani pengobatan seperti kemoterapi, dan kontak dekat dengan penderita bisul.
Bisul jarang menimbulkan masalah serius, tetapi jika tidak dirawat dengan benar, kondisi ini bisa berkembang menjadi berbagai gangguan yang lebih berat. Komplikasi tersebut meliputi infeksi menyebar lebih dalam ke jaringan kulit, infeksi bergerak ke organ lain, infeksi masuk ke aliran darah dan menyebabkan sepsis, terbentuknya bekas luka pada kulit, dan bisul yang sering muncul kembali. Oleh karena itu, penting untuk menangani bisul dengan benar agar risiko komplikasi dapat diminimalkan.












