Pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, tentang peluang bertransformasi menjadi partai politik disebut sebagai strategi komunikasi politik semata oleh Pengamat Politik dan Ekonomi, Heru Subagia. Heru melihat langkah tersebut sebagai upaya Budi Arie untuk membangkitkan semangat dan eksistensi Projo di tengah situasi politik yang dinamis. Ia mengatakan bahwa isu pembentukan partai politik merupakan manuver populis untuk memperoleh sorotan publik. Namun, Heru menganggap bahwa hal tersebut kurang relevan dengan identitas dan fungsi Projo sebagai relawan pendukung Jokowi, bukan entitas politik dengan agenda kekuasaan sendiri. Menurut Heru, Budi Arie tidak memiliki posisi politik yang kuat setelah dicopot dari jabatan Menteri Koperasi dan UKM oleh Presiden Prabowo. Ia menekankan bahwa Budi Arie tidak memiliki portofolio yang cukup kuat untuk menjadikan Projo sebagai partai politik.
Analisis Jokowi Bergabung dengan PSI dan Perdebatan Tentang Projo
Read Also
Recommendation for You

Kasus seputar ijazah mantan Presiden Jokowi telah berlangsung bertahun-tahun dan kini menunjukkan potensi pergeseran fokus….

PB PORDI Melakukan Langkah Strategis untuk Tingkatkan Standar Perwasitan Domino Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino…

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 55 triliun untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) bagi…

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Palengaan mendadak menarik perhatian publik. Kontroversi muncul saat 2.030…

Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah segera tiba, dengan umat Islam di Indonesia bersiap-siap menyambutnya. Menurut…







