Agung Gumilar Saputra telah resmi dilantik sebagai Asisten Khusus Presiden Bidang Analisis Data Strategis. Pelantikan ini berlangsung pada Rabu (8/10) di Istana Negara, Jakarta, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33/M Tahun 2025. Tugas Agung di posisi barunya adalah membantu presiden dalam menyiapkan dan mengelola data penting yang menjadi dasar pengambilan keputusan strategis negara.
Agung Gumilar merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara, lembaga pendidikan yang telah melahirkan banyak tokoh strategis di Indonesia. Keterlibatannya dengan Presiden Prabowo sudah terjalin sejak lama, diawali pada tahun 1997 ketika Agung menerima program beasiswa dari Prabowo bagi para siswa berprestasi. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Agung melanjutkan studi di Virginia Military Institute, Amerika Serikat, dengan spesialisasi di bidang teknik sipil.
Agung, selain gelar BSc di bidang teknik sipil, juga memiliki gelar lain di dunia keuangan dan teknologi. Di antaranya, Agung memperoleh gelar Master Applied Computer & Information Technology dari Oslo Metropolitan University, Norwegia, dan gelar Magister Manajemen dari Swiss German University Indonesia. Agung saat ini tengah mengejar gelar doktor di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung.
Dalam karirnya, Agung pernah bergabung dengan TNI Angkatan Darat di satuan elit Kopassus sebelum memutuskan pensiun dini pada tahun 2005. Selain itu, Agung juga terlibat dalam dunia start-up di luar negeri dan pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Partai Gerindra. Bergabung dalam Tim Asistensi pemerintah pada tahun 2024, Agung turut berperan dalam menyusun kebijakan strategis nasional.
Pada momen pelantikan pejabat negara 2025, Agung tidak hanya dilantik sebagai Asisten Khusus Presiden Bidang Analisis Data Strategis, namun juga bersamaan dengan Dirgayuza Setiawan, yang menempati jabatan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan. Keseluruhan profil dan jejak karir Agung Gumilar menunjukkan kompetensinya dalam bidang strategis, teknologi, dan keuangan yang dapat mendukung keputusan strategis negara.












