Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa adopsi gaya hidup sehat seperti rutin berolahraga, mengikuti pola makan sehat, dan berinteraksi secara sosial dapat membantu dalam mencegah atau melambatkan penurunan fungsi otak yang terkait dengan demensia. Di Indonesia sendiri, diperkirakan ada sekitar 1,2 juta orang yang menderita demensia pada tahun 2016, dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat menjadi 2 juta pada tahun 2030 dan 4 juta pada tahun 2050.
Faktor risiko seperti kurang aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, obesitas, konsumsi alkohol, serta kondisi medis tertentu seperti hipertensi, diabetes, dan depresi, diyakini dapat meningkatkan risiko terjadinya penurunan kognitif. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup tertentu, seperti berolahraga secara teratur, mengikuti pola makan tertentu seperti diet Mediterania atau DASH Diet, serta berinteraksi sosial, dapat membantu melawan penurunan kognitif pada lansia.
Peningkatan aktivitas fisik telah terbukti dapat meningkatkan faktor neurotropik dalam otak, yang mendukung pertumbuhan dan pemetaan ulang neuron di hipokampus, daerah otak yang sering terkena dampak demensia. Selain itu, diet sehat dan berhenti merokok juga dapat berkontribusi dalam menjaga kesehatan otak. Interaksi sosial dan latihan otak juga penting dalam menjaga kecerdasan dan daya ingat.
Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat mengubah cara penanganan demensia, serta membantu mengurangi beban bagi keluarga penderita dan sistem kesehatan. Selain itu, upaya pencegahan melalui gaya hidup sehat juga dapat membantu menekan angka kasus demensia di masa depan.












