Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pimpinan partai politik untuk menanggapi gejolak masyarakat akibat unjuk rasa ricuh di Istana Negara menimbulkan berbagai komentar. Salah satu pertanyaan publik adalah mengapa Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka tidak dilibatkan dalam pertemuan tersebut. Sebaliknya, Gibran terlibat dalam pertemuan dengan perwakilan driver ojek online dan kegiatan sosial seperti bagi-bagi sembako. Pengamat politik, Jamiluddin Ritonga, mengemukakan bahwa keputusan Presiden tak melibatkan Gibran dalam pertemuan dengan pimpinan partai adalah pertimbangan strategis. Menurutnya, Prabowo membutuhkan hadirnya Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP, yang dipandang lebih vital daripada Gibran dalam situasi krisis akibat demonstrasi. Pertemuan tersebut melibatkan pimpinan partai seperti Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum NasDem Surya Paloh, Ketum Golkar Bahlil Lahadalia, dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar. Jamiluddin menilai bahwa kehadiran Megawati sebagai pemimpin PDIP yang merupakan pemenang Pileg 2024 menjadi pertimbangan penting dalam menenangkan massa yang sedang bergejolak.
Jamiluddin Ritonga: Prabowo Lebih Membutuhkan Megawati daripada Gibran
Read Also
Recommendation for You

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan dan ditutup melemah 20…

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Syamsu Rizal, mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto untuk…

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), mengungkapkan mengapa Presiden Prabowo Subianto tidak banyak…

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengadakan pertemuan strategis yang berlangsung selama tiga setengah jam di…








