Rocky Gerung, seorang pengamat, memberikan tanggapannya terkait kericuhan yang terjadi selama aksi demonstrasi di beberapa wilayah Indonesia. Menurutnya, setiap peristiwa massal memiliki potensi untuk berujung pada kekerasan, namun hak rakyat untuk berdemokrasi harus tetap dijamin. Dia menekankan pentingnya aturan berdemokrasi yang tidak bersifat brutal agar rakyat bisa mengemukakan pendapat mereka dengan bebas.
Rocky Gerung juga mencatat bahwa kekuatan elit juga turut memanfaatkan momentum-momentum demokrasi. Dia berharap Indonesia dapat kembali menjadi negara yang memungkinkan warganya merasakan kebebasan tanpa rasa takut. Menurutnya, ledakan yang terjadi saat ini sebenarnya merupakan akumulasi dari keadaan selama sepuluh tahun terakhir, di mana presiden sebelumnya cenderung menghalangi ekspresi dengan ancaman-ancaman melalui UU ITE.
Unjuk rasa yang terjadi di berbagai daerah, seperti Jakarta, Surabaya, Malang, Jambi, Makassar, dan Bandung, berujung ricuh. Rocky Gerung melihat kondisi ini sebagai akibat dari frustasi sosial akibat kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat. Keluhan terkait demokrasi akhirnya memunculkan peristiwa tragis di jalan raya sebagai ekspresi dari ketidakpuasan yang terpendam selama bertahun-tahun.
