Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, telah mengungkapkan tujuh nama anggota polisi yang diduga terlibat dalam insiden penabrakan dan pelindasan terhadap pengemudi ojek daring, Affan Kurniawan, yang menyebabkan korban meninggal dunia selama demonstrasi di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat. Tujuh anggota polisi tersebut adalah Aipda M Rohyani, Briptu Danang, Bripda Mardin, Baraka Jana Edi, Baraka Yohanes David, Bripka Rohmat, dan Kompol Cosmas Kaju. Asep menyampaikan penyesalan atas kejadian tersebut dan berjanji untuk menyelidiki kasus tersebut dengan cermat. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang telah meninggal dunia.
Demonstran mahasiswa terus bergerak masuk ke dalam area Markas Polda Metro Jaya hingga pukul 17.33 WIB. Sebelumnya, para demonstran menolak menerima air minum dan melemparkannya ke arah polisi. Mereka berasal dari berbagai kelompok mahasiswa seperti BEM SI dan BEM UI. Demonstrasi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap peristiwa tragis yang menimpa Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring yang meninggal dunia akibat dilindas kendaraan taktis Brimob.
Kericuhan di Pejompongan terjadi setelah demonstran dipukul mundur oleh kepolisian. Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Abdul Karim, mengungkapkan bahwa ada tujuh aparat Brimob diduga terlibat dalam insiden tersebut dan sedang dalam proses pemeriksaan. Kejadian yang menimpa Affan memicu unjuk rasa susulan di depan Mako Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat. Protestan terus menyuarakan kekecewaan mereka dan tuntutan atas keadilan untuk korban.












