Muhammad Sidik, Lurah Manggarai Selatan, Jakarta Barat, menjalani visum setelah mengalami pemukulan oleh sekelompok pendemo di Jalan KS Tubun, Slipi, pada Senin malam. Saat ini, Sidik sedang menjalani proses visum sebelum dia bisa membuat laporan polisi di Polsek Palmerah. Kendati berhasil melarikan diri dari serangan tersebut, Sidik masih kehilangan ponsel dan mobil dinasnya mengalami kerusakan yang cukup parah.
Ia berharap dapat mengaktifkan kembali nomor yang ada di ponselnya sebelumnya untuk memulihkan data dan komunikasi yang hilang. Selain itu, Sidik juga menegaskan perlunya melaporkan kerusakan pada mobil dinasnya karena kejadian tersebut terjadi dalam konteks demo besar-besaran di hari yang sama. Bersama dengan sopirnya, Asep Yudiana, Sidik menjadi korban amukan massa pendemo yang berlangsung di depan Gedung DPR/MPR/DPD RI.
Meskipun mengalami beberapa luka lebam, memar, serta lecet di beberapa bagian tubuh, baik Sidik maupun sopirnya selamat dari insiden tersebut. Mobil dinas yang rusak, kehilangan barang berharga, serta kepergian dua ponsel bernilai Rp25 juta, menjadi bagian dari kerugian yang dialami oleh mereka berdua. Semoga Sidik dan Asep Yudiana segera pulih dari trauma yang dialami, serta proses hukum dapat berjalan dengan lancar.
Kronologi kejadian ini memberikan gambaran jelas mengenai insiden tragis yang dialami oleh Lurah Manggarai Selatan dan sopirnya. Dengan demikian, mereka berdua berhak mendapatkan perlindungan serta keadilan dari pihak berwajib. Semoga kejadian serupa tidak terulang dan kenyamanan serta keamanan publik dapat tetap terjaga di masa mendatang.












