Pengamat politik, Rocky Gerung, mengomentari dugaan keterlibatan menantu mantan Presiden Jokowi, Bobby Nasution, dalam kasus suap proyek jalan di Sumatera Utara. Menurut Rocky, Bobby tidak hanya menjadi perbincangan publik, tetapi juga menghadapi status hukum serius. Rocky menyoroti perbedaan pendekatan antara survei dan intelijen dalam menilai kasus ini. Menurutnya, jika survei masih bersifat potensial, maka intelijen sudah mengambil kesimpulan yang lebih tajam.
Rocky menegaskan bahwa Gubernur Sumatera Utara secara tidak sengaja telah menjadi sorotan publik dan media sejak awal. Ia juga menyebut kemungkinan implicasi kasus ini terhadap anggota keluarga Jokowi lainnya, tergantung pada langkah pemimpin berikutnya. Selain itu, Politikus PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean, merasa bahwa langkah cepat KPK dalam menggelar operasi tangkap tangan di Medan seharusnya telah dipantau dan dirancang lebih dulu oleh Kejaksaan Agung.
Rocky menyatakan bahwa situasi Bobby akan semakin kompleks dan bisa menyeret keluarga Jokowi lainnya jika Presiden memutuskan untuk mengambil tindakan tegas. Ini menunjukkan bahwa kasus ini memiliki dampak yang jauh lebih luas dan mempengaruhi banyak pihak terkait. Oleh karena itu, pengawasan yang ketat dan langkah antisipasi perlu diambil untuk menangani kasus ini secara adil dan transparan.










