Serat karbon tidak akan dilarang di Eropa. Keputusan ini ditegaskan melalui informasi yang diterima oleh Motor1 Italia dari Parlemen Eropa. Pada awalnya, serat karbon diusulkan untuk dimasukkan ke dalam daftar bahan berbahaya Uni Eropa bersama dengan produk beracun lainnya seperti merkuri, timbal, dan kadmium. Namun, setelah dilakukan amandemen pada proposal tersebut, serat karbon telah dihapus dari daftar tersebut, membawa kelegaan bagi industri otomotif dan penggemar material ringan ini.
Penargetan larangan terhadap serat karbon di Eropa awalnya terkait dengan regulasi yang mengatur siklus akhir masa pakai kendaraan. Hal ini termasuk aturan terkait daur ulang dan pembuangan bahan yang digunakan dalam konstruksi mobil untuk menghindari pelepasan zat berbahaya ke lingkungan. Namun, keprihatinan terkait efek serat karbon pada kesehatan manusia dan mesin daur ulang didengarkan oleh Uni Eropa, yang menyadari manfaat besar yang dimiliki oleh serat karbon bagi industri otomotif.
Industri otomotif merupakan kontributor besar dalam produksi serat karbon, dan larangan terhadap bahan ini akan berdampak serius pada produsen mobil high-end seperti McLaren, Lamborghini, Pagani, Ferrari, dan Koenigsegg. Selain itu, kendaraan listrik yang sangat mengandalkan serat karbon untuk mengurangi bobot dan meningkatkan efisiensi juga akan terkena dampaknya. Sejarah serat karbon dalam mobil, mulai dari McLaren MP4/1 hingga ke Jaguar XJR-15, menunjukkan betapa pentingnya bahan ini dalam konstruksi kendaraan modern.
Dengan keputusan untuk tidak melarang penggunaan serat karbon dalam konstruksi mobil di Eropa, diharapkan industri otomotif dapat terus memanfaatkan material ringan ini untuk menciptakan kendaraan yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan.












