Dandhy Laksono, sutradara film “Dirty Vote”, kembali menyuarakan kritiknya terhadap kebijakan pemerintah terkait minyak goreng bersubsidi, Minyakita. Isu yang disorot meliputi perusakan hutan untuk kebun sawit, kualitas rendah minyak goreng, dan pengurangan takaran isi kemasan. Dandhy juga menyoroti pernyataan seorang pejabat yang mengaitkan fenomena ini dengan intervensi asing. Melalui unggahan di Instagram, Dandhy membagikan video yang menunjukkan emak-emak dari suku Sakai, Riau, mengungkapkan kekecewaannya terhadap isi kemasan Minyakita yang disinyalir tidak sesuai takaran. Emak-emak tersebut menyampaikan bahwa pemberian kualitas minyak yang rendah kepada masyarakat kecil mencerminkan kebijakan yang tidak adil. Mereka merasa bahwa generasi muda Indonesia akan kesulitan berkembang jika terus dipermainkan oleh para elit atas hal-hal sepele seperti minyak goreng. Kritik Dandhy ini menyoroti perlunya perhatian lebih terhadap kualitas produk subsidi yang diberikan kepada masyarakat untuk memastikan keadilan dan kepuasan konsumen.
Ekspos Emak-Emak di Riau Soal Minyak Sampah: Sindiran Kepada Presiden?
Read Also
Recommendation for You

Arif Wicaksono, seorang pegiat politik, ekonomi, dan sosial, secara terbuka mengevaluasi kualitas kepemimpinan Menteri Kehutanan,…

Pemerintah Indonesia Memilih Menangani Banjir dan Longsor di Sumatera Tanpa Bantuan Asing Pemerintah Indonesia telah…

M. Rizal Fadillah, seorang pemerhati politik dan kebangsaan, telah menyampaikan pandangannya mengenai kontroversi seputar ijazah…

Aktivis Virdian Aurellio menyampaikan kekecewaannya terhadap negara yang dianggap tidak serius dalam mengatasi kerusakan alam…

Guru besar dan sosiolog hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Ciek Julyati Hisyam, menyatakan keyakinannya…





